JAKARTA - Pemerintah mengimbau perusahaan otobus transparan dalam menetapkan tarif selama masa angkutan Lebaran 2010 mendatang.
Tak hanya itu, perusahaan pun diminta untuk tidak menetapkan tarif melampaui tarif batas bawah dan batas atas yang telah ditentukan pemerintah.
Menurut Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso, penjelasan terbuka terkait tarif lebaran ini diperlukan agar calon penumpang tidak dibingungkan oleh perubahan harga yang terjadi.
"Beri penjelasan yang sejelas-jelasnya kepada penumpang tentang kondisi perubahan harga. Misalkan ada penumpang yang bertanya mengapa sebelum lebaran tarifnya Rp80 ribu, tapi saat Lebaran naik menjadi Rp125 ribu. Jelaskan kepada mereka bahwa Rp80 ribu itu tarif batas bawah dan Rp125 ribu itu adalah tarif batas atas. Umumkan secara terbuka perubahannya, jangan disembunyikan," tuturnya dikutip dari situs Kementerian Perhubungan, di Jakarta, Jumat (2/7/2010).
Dia mengatakan, formula penghitungan tarif dengan batasan tersebut ditetapkan pemerintah agar perusahaan tidak bisa memainkan tarif sekehendaknya, baik pada saat sepi maupun padat penumpang.
Sementara untuk tarif pelayanan nonekonomi, lanjutnya, pengenaan tarif diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar. "Namun, besaran tiket yang berlaku wajib dilaporkan ke kami (Dirjen Perhubungan Darat)," imbuhnya.
Dia pun mengimbau kepada para pengusaha otobus tersebut untuk tetap memerhatikan standar kelayakan teknis kendaraan, termasuk memberikan pembekalan kepada pengemudi untuk meningkatkan pelayanan dan mengutamakan keselamatan dalam mengoperasikan kendaraan.
"Memberikan pelayanan angkutan sesuai dengan perjanjian pengangkutan yang telah disepakati juga wajib dipenuhi. Jangan penumpang ditarik tarif nonekonomi, tetapi pelayanannya sama dengan kelas ekonomi," tandasnya.
Untuk itu, menurutnya perusahaan otobus wajib mencantumkan tulisan standar pelayanan, seperti Ekonomi, Bisnis RS, Bisnis RS, Bisnis AC, Eksekutif, atau Super Eksekutif pada badan kendaraan.(ade)
Sabtu, 03 Juli 2010
Perusahaan bus Harus Transparan Soal Tarif
Langganan:
Postingan (Atom)